KNOWLEDGE OF DRUG MANAGEMENT OFFICERS AND DRUG AVAILABILITY AT PRIMARY HEALTH CENTERS IN MAKASSAR CITY
DOI:
https://doi.org/10.59060/e10wv796Kata Kunci:
Antihipertensi, Ketersediaan obat, Puskesmas, Manajemen farmasi, Penegetahuan petugasAbstrak
Adequate drug availability at primary health centers (Puskesmas) is a key indicator of effective drug management and may be influenced by the knowledge of drug management officers. This study aimed to examine the relationship between officers’ knowledge and drug availability at selected Puskesmas in Makassar City. A descriptive analytical observational study with a cross-sectional design was conducted on May 16–17, 2025, at Paccerakkang, Mamajang, Pattingalloang, and Mangasa Puskesmas, which were selected using cluster random sampling. All eligible drug management officers were included through total sampling, resulting in seven respondents. Knowledge was assessed using a 20-item questionnaire with excellent reliability (Cronbach’s alpha = 0.9675), while drug availability was evaluated using 2024 Drug Usage and Request Reports (LPLPO) for 40 indicator drugs. Data were analyzed using the Shapiro–Wilk normality test and Pearson’s correlation test. The mean knowledge score was 90%, categorized as good; six respondents had good knowledge and one had sufficient knowledge. Drug availability varied across facilities: one Puskesmas was categorized as good (69.87%), while three were categorized as sufficient, with an average availability of 46.29%. Pearson’s correlation showed no significant relationship between officers’ knowledge and drug availability (r = -0.853; p = 0.147). These findings suggest that drug availability is likely influenced more by procurement policies, distribution systems, and health budget allocation than by officers’ knowledge alone.
Referensi
Alfian M, Hariadini AL, Sidharta B. (2020). Hubungan tingkat pengetahuan petugas pengelola obat dengan tingkat ketersediaan obat Di Puskesmas Kota Malang. Pharmaceutical Journal of Indonesia, 6(1), 27–33. 10.21776/ub.pji.2020.006.01.5
Amiruddin EE, Iftitah SAW. (2019). Studi tentang ketersediaan obat di Puskesmas Meo-Meo Kota Baubau. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1(2), 60–76. 10.36590/jika.v1i2.11
Aripa L, Jeliman K, Nur NH. (2022). Sistem pengelolaan logistik obat di Puskesmas Makkasau Kota Makassar. Journal of health Quality Development, 2(1), 1–12. 10.51577/jhqd.v2i1.378
Asri RS. (2021). Hubungan antara tingkat pengetahuan pengelola obat dengan tingkat ketersediaan obat tahun 2016-2018 di beberapa Puskesmas Kabupaten Malang, Sarjana, Universitas Brawijaya. Malang.
Jefrinaldi M, Marbun RAT, Lubis B. (2026). Evaluasi kebijakan pengadaan obat terhadap administrasi kesehatan dan permintaan obat. Jurnal Kesmas dan Gizi, 8(2), 1000–1007. 10.35451/7v0hjk62
Kemenkes. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Kemenkes. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Khairani RN, Latifah E, Septianingrum NMAN. (2021). Evaluasi obat kadaluwarsa, obat rusak dan stok mati di Puskesmas Wilayah Magelang. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 8(1), 91–97. 10.20473/jfiki.v8i12021.91-97
Meylia D, Oktarlina R, Suri N, Sukohar A. (2025). Kajian literatur: Faktor–faktor yang memengaruhi ketersediaan obat di puskesmas. Medic Nutricia: Jurnal Ilmu Kesehatan, 14(2), 1–10. 10.5455/nutricia.v14i2.11860
Muhlis M, Andyani R, Wulandari T, Sahir A. (2019). Pengetahuan apoteker tentang obat-obat Look-alike Sound-alike dan pengelolaannya di apotek Kota Yogyakarta. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 8(2), 107–113. 10.15416/ijcp.2019.8.2.107
Richa, Lestari M, Aprilia L, Dyahariesti N. (2022). Studi pengelolaan obat di Puskesmas Boja 1 Kabupaten Kendal tahun 2020. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan, 8(2), 242–247. 10.51352/jim.v8i2.609
Rusnedy R, Putri BD, Afandi R, S RS, Oktawahyuni R, Mubina I, Hakim QZ, Hasti S, Daniarty T. (2025). Evaluasi pengelolaan obat kedaluwarsa di Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru Tahun 2023-2024 Journal of Innovative and Creativity, 3(2), 1678–1684 10.31004/joecy.v5i2.342
Siringoringo R, Alfaridzi M. (2024). Pengaruh integrasi teknologi pembelajaran terhadap efektivitas dan transformasi paradigma pendidikan era digital. Jurnal Yudistira: Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa, 2(3), 66–76. 10.61132/yudistira.v2i3.854
Subagya R, Bachtiar KR. (2023). Analisis pengelolaan obat di Puskesmas Cibalong Kecamatan Cibalong tahun 2022 berdasarkan Permenkes RI nomor 74 tahun 2016. Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 1(4), 227–238. 10.55606/termometer.v1i4.2466
Sunandar S, Salman S, Sholih M. (2022). Analisis manajemen pengelolaan obat di unit pelaksana teknis daerah Puskesmas Cibuaya Kabupaten Karawang. JIK Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(2), 490–496. 10.33757/jik.v6i2.614
Toninel LB. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan petugas pengelola obat dengan tingkat ketersediaan obat di Puskesmas Kota Makassar, Sarjana, Universitas Almarisah Madani. Makassar.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 ANDI PALUSERI, yuniati, Lukman Lukman

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

