EFFECTIVENESS TEST OF KEPOK BANANA STEM EXTRACT GEL PREPARATION (Musa paradisiaca L.) AGAINST Staphylococcus epidermidisdisiaca L.) TERHADAP Staphylococcus epidermidis
DOI:
https://doi.org/10.59060/mqghg355Kata Kunci:
Batang pisang kepok, Ekstrak, Gel, Efektivitas, Staphylococcus epidermidisAbstrak
Penenlitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sediaan gel ekstrak batang pisang kepok (Musa paradisiaca L.) memiliki efektivitas terhadap Staphylococcus epidermidis dan pada konsentrasi berapakah ektrak batang pisang kepok paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus epidermidis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium untuk mengetahui efektivitas sediaan gel ekstrak batang pisang kepok (Musa paradisiaca L.) terhadap Staphylococcus epidermidis. Hasil penelitian yang telah dilakukan dari sediaan gel ekstrak batang pisang kepok efektif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus epidermidis dan konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus epidermidis adalah konsentrasi 3% dengan zona hambatan sebesar 21,41 mm (kuat).
Referensi
Azizah, R., & Artanti, A. N. (2019). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Dan Getah Pelepah Serta Bonggol Pisang Kepok Kuning (Musa paradisiaca Linn.) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Klebsiella pneumoniae Dengan Metode Difusi Agar. Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 4(1), 29–38.
Ditjen POM. (2020). Farmakope Indonesia Edisi VI. Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Fauzi, L. A., Khotimah, S., & Rahmawati, R. (2023). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Oncom merah Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus (ATCC 25922) Dan Escherichia coli (ATCC 25923) Secara In Vitro. Prosiding Seminar Nasional Biologi, 11(Atcc 25922), 35–43.
Khudzaifi, M., Manik, N., Fadel, M. N., Kurniawan, G., & Presticasari, H. (2023). Perbandingan Kadar Flavonoid Sebagai Antibakteri Dari Ekstrak Batang Pisang Kepok (Musa Balbisiana ) Dan Ekstrak Batang Pisang Ambon (Musa Acuminata) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus. Indonesia Jurnal Farmasi, 8(2), 112–119.
Laela, N., Nisa, F. H., Purwosutanto, R., Hayati, N., & Wijayanti, E. D. (2023). Kombucha Batang Pisang Kepok: Kadar Fenolik Total, Aktivitas Antibakteri, dan Pengaruh terhadap Viabilitas Lactobacillus gasseri. Pharmademica : Jurnal Kefarmasian Dan Gizi, 2(2), 65–73. https://doi.org/10.54445/pharmademica.v2i2.32
Sihotang, E. S., & Waluyo, B. (2021). Keanekaragaman Tanaman Pisang (Musa spp) di kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Jurnal Agro Wiralodra, 4(2), 36–41.
Wijaya, S. S., Sopiah, S., & Supriatna, A. (2023). Identifikasi Musa Paradisiaca Dan Musa X Paradisiaca. Jurnal Ilmu Pertanian Dan Perkebunan, 5(2), 33–40.
Zahra, F., Khalid, S., Aslam, M., & Sharmeen, Z. (2021). Health benefits of banana (Musa) - A review study. International Journal of Biosciences, 18(4), 189–199.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Dzulasfi, Erna

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

