PENGUJIAN EFEK ANTHELMINTIK SIRUP BIJI DAN KULIT BUAH PEPAYA ( Carica papaya L. ) TERHADAP CACING Ascaris suum SECARA IN VITRO.

Penulis

  • Agust Dwi Djajanti Akademi Farmasi Yamasi Makassar
  • Putra Satrio Akademi Farmasi Yamasi Makassar
  • Yusriyani Akademi Farmasi Yamasi Makassar

DOI:

https://doi.org/10.59060/fae1w339

Kata Kunci:

Pepaya, Ekstrak, Sirup, Anthelmintik, Ascaris suum

Abstrak

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), diperkirakan sekitar 1,5 miliar orang di dunia mengalami infeksi Soil Transmitted Helminth (STH), yaitu kelompok parasit usus yang penularannya melalui media tanah. Salah satu pendekatan alternatif dalam penanggulangan helminthiasis adalah pemanfaatan obat tradisional, seperti biji pepaya, yang secara empiris diketahui memiliki aktivitas anthelmintik karena kandungan senyawa bioaktif seperti alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Selain itu, kulit pepaya juga mengandung nutrisi penting seperti mineral, kalium, protein, serta beta karoten yang berkontribusi pada potensi anthelmintik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan efektivitas sirup yang terbuat dari biji dan kulit pepaya terhadap kematian cacing Ascaris suum secara in vitro. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa sirup biji pepaya pada konsentrasi 5% memiliki waktu kematian cacing terlama, yaitu rata-rata 5 jam 15 menit, sedangkan sirup kulit pepaya pada konsentrasi yang sama membutuhkan waktu rata-rata 4 jam 15 menit. Pada konsentrasi 15%, kedua sirup menunjukkan waktu kematian tercepat, yaitu rata-rata 4 jam. Hasil penelitian  ini mengindikasikan bahwa komponen kimia yang terdapat ada ektrask biji dan kulit buah pepaya memiliki efek anthelmintik pada cacing Ascaris  suum dalam bentuk sediaan sirup

Referensi

Djajanti AD, M. T. (2018). Uji Aktifitas Anthelmintik Esktrak Etanol Daun Kluwak (Pangium Edule) Terhadap Cacing Gelang (Ascaridia Galli) Secara In Vitro.”. Jurnal Yamasi.

Agust Dwi Djajanti & Ade Shafira. 2021. “Aktifitas Sirup Ekstrak Kulit Buah Rambutan (Nephelium Lappaceum L.) Terhadap Kadar Kolesterol Total Darah Mencit (Mus Musculus).” Jurnal Kesehatan Yamasi Makasar 5(2): 121–27.

Ermawati, H. N. and N. (2023). Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Sirup Antipiretik Ekstrak Daun Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia L). Jurnal Medika Nusantara, 1(2), 25–39. https://doi.org/10.59680/medika.v1i2.272.

Kurnia, R. (2018). International Journal for Parasitology. International journal for Parasitology. Kurnia, Rahmat “Fakta Seputar Pepaya - Rohmat Kurnia - Google Buku.” International Journal for Parasitology.

Maryam, S., Jamaluddin, A. W., Veteriner, A. R. P. S., & Parasitologi, J. (2018). “Uji Perbandingan Efektivitas Daya Anthelmintik Ekstrak Daun Sirsak (Annona Muricata L.) Comparison Of The Effectiveness Of Anthelmintic Power Of Annona muricata L. Leaves Extract.” Jurnal Agrisistem Juni 14(1): 37–45. In Jurnal Agrisistem Juni 14(1): 37–45.

Pattianakotta, M. & Fatimawali, H. S. S. (2014). “‘Formulasi Dan Uji Efektivitas Sediaan Sirup Ekstrak Etanol Biji Pepaya (Carica Papaya L.) Sebagai Antelmintik Terhadap Cacing Ascaridia Gallisecara In Vitro.’” In Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi 3.

Nurihardiyanti, Indah Kurniawati, D., & Rahmah Fahriyanti, A. (2025). Kearifan Lokal Pepaya: Tinjauan Aktivitas Farmakologi Local Wisdom of Papaya: A Comprehensive Review of Pharmacological Activities. 4 No.2.

Rahma Wati, N., Saepadilah, R. L., & dkk. (2025). Tinjuan Literatur: Perubahan Morfologi Telur Ascaris Lumbricoides Yang Ditularkan Melalui Tanah (Soil Transmited Helminth/STH) Sebelum Dan Sesudah Pemberian Getah Pepaya (Carica Pepaya). Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia, 10.

Widyaastuti. (2022). Eco Enzim Teori Dan Aplikasi Pasaman Barat: CV. AZKA PUSTAKA.”. CV. AZKA PUSTAKA.”

Diterbitkan

2026-07-30