COUNSELING AND EDUCATION ON THE USE OF BETEL LEAVES AS A NATURAL ANTISEPTIC AMONG ADOLESCENTS OF SMA DDI MAROS

Penulis

  • Sulastri Universitas Pancasakti Makassar
  • muliana hafid Universitas Pancasakti
  • Muhammad Farid Universitas Pancasakti Makassar
  • Muhammad Aris Universitas Pancasakti Makassar
  • Ariyani Buang Universitas Pancasakti Makassar
  • Andi Nurilmi Adriana Universitas Pancasakti Makassar
  • Anita Politeknik Muhammadiyah Makassar
  • Wahyudin Rauf Universitas Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.59060/s3epnz30

Kata Kunci:

Bettle leaves, Natural Antiseptic, Counseling , Health education, High school students, Community service

Abstrak

Pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif antiseptik semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan produk yang aman, mudah diperoleh, dan ekonomis. Salah satu tanaman yang memiliki potensi besar sebagai antiseptik alami adalah daun sirih (Piper betle L.) yang diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan minyak atsiri yang berkhasiat sebagai antibakteri dan antiseptik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai manfaat daun sirih sebagai antiseptik alami melalui penyuluhan dan edukasi kepada siswa SMA DDI Maros. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, penyuluhan materi, demonstrasi sederhana pemanfaatan daun sirih, diskusi interaktif, serta evaluasi pemahaman peserta melalui tanya jawab. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan siswa secara aktif dalam setiap sesi pembelajaran. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait kandungan, manfaat, serta cara pemanfaatan daun sirih sebagai antiseptik alami. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung, ditandai dengan aktifnya partisipasi dalam sesi tanya jawab dan demonstrasi. Penyuluhan ini memberikan kontribusi positif dalam menumbuhkan kesadaran remaja akan pentingnya pemanfaatan tanaman obat tradisional sebagai upaya preventif dalam menjaga kebersihan dan kesehatan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen edukasi kesehatan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Program serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memperluas pemahaman generasi muda terhadap pemanfaatan tanaman herbal berbasis kearifan lokal.

Referensi

Ika Buana Januarti, Rina Wijayanti, Sri Wahyuningsih, Z.N. (2019) ‘Potensi Ekstrak Terpurifikasi Daun Sirih Merah ( Piper crocatum Ruiz’, (2010), pp. 60–68.

Nurul Aeni, D.S.Y. (2018) ‘Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video dan Metode Demonstrasi Terhadap Pengetahuan SADARI’, 6(2), pp. 162–174.

Rifaldi, A. et al. (2026) ‘Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Pengolahan Jeruk Nipis dan Daun Sirih sebagai Produk Hand Sanitizer Alami’, 2(1), pp. 263–270.

Wibowo, T.S. and Mubarokah, F.A. (2025) ‘Pemanfaatan Daun Sirih Hijau Sebagai Bahan Baku Minyak Atsiri : Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat’, 3(02), pp. 94–104.

World Heart Organizasion (2019) ‘Water, sanitation, hygiene and health’, in Water, sanitation, hygiene and health.

yayan abdika, Muhammad amir arham, sudirman (2019) ‘pengaruh metode tanya jawab terhadap hasil belajar siswa’, pp. 44–50.

Diterbitkan

2026-06-20