UJI DAYA HAMBAT SEDIAAN TONER WAJAH INFUSA DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP Propionibacterium acnes
DOI:
https://doi.org/10.59060/jurkes.v9i1.374Kata Kunci:
Belimbing wuluh, Toner Wajah, Propionibacterium acnesAbstrak
Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pada konsentrasi berapa infusa daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dalam bentuk sediaan toner wajah dapat menghambat Propionibacterium acnes secara optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen laboratorium dengan pengujian daya hambat sediaan toner. Daun belimbing wuluh diekstraksi menggunakan metode infusa kemudian dibuat sediaan toner wajah dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30% dan diuji dengan metode paperdisk. Dari hasil penelitian daya hambat sediaan toner wajah infusa daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) menunjukkan bahwa pada konsetrasi 10% dan 20% tidak dapat menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes. Sedangkan, pada konsetrasi 30% dapat menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes secara optimal ditandai dengan adanya zona bening disekitar paperdisk.
Referensi
Arifah, E.N. dan Prabandari, S. (2024) “Uji Sifat Fisik Sediaan Face Toner Dari Ekstrak Infusa Bunga Telang ( Clitoria Ternatea L ),” 7(1), hal. 101–109.
Badan POM RI (2011) “Acuan Sediaan Herbal, Edisi 1, Direktorat Obat Asli Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, Jakarta,” Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, hal. 1–89. Tersedia pada: https://perpus-fsk.unipasby.ac.id/index.php?p=show_detail&id=15&keywords=.
Davis, W.W. dan Stout, T.R. (1971) “Disc plate method of microbiological antibiotic assay. I. Factors influencing variability and error.,” Applied microbiology, 22(4), hal. 659–665. Tersedia pada: https://doi.org/10.1128/aem.22.4.659-665.1971.
Hasanah, N. dan Novian, D.R. (2020) “Daya Hambat Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat (Propionibacterium acnes),” Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi, 9(1), hal. 46. Tersedia pada: https://doi.org/10.30591/pjif.v9i1.1753.
Jala, D.A. dan Subchan, B. (2018) “Skrining fitokimia infusa daun beimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang dipanaskan dengan variasi suhu 50°C, 65°C, 60°C dengan metode KLT,” hal. 1–9.
Rahmasari, E.N. dan Puspitorini, A. (2020) “Pemanfaatan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan Minyak Zaitun untuk Masker Perawatan Kulit Wajah,” Journal of Beauty and Cosmetology, 2(1), hal. 57–68. Tersedia pada: https://journal.unesa.ac.id/index.php/jkk/article/view/11667/4868.
Sholikin, W.S.P.N. dan Kusstianti, N. (2020) “Pengaruh Proporsi Sari Pati Kentang, Ekstrak Lemon, Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap Hasil Jadi Toner untuk Kulit Wajah Berminyak Cenderung Berjerawat,” Fakultas Teknik, Universitas Negri Surabaya, 09(2), hal. 254–263. Tersedia pada: https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/19/article/view/34253/30480.
Sifatullah, N. dan Zulkarnain (2021) “Jerawat (Acne vulgaris): Review Penyakit Infeksi Pada Kulit,” Prosiding Biologi Achieving the Sustainable Development Goals , (November), hal. 19–23. Tersedia pada: http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/psb.
Sukandar, D. et al. (2010) “Karakterisasi Senyawa Aktif Antibakteri Ekstrak Air Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) Sebagai Bahan Pangan Fungsional,” Jurnal Kimia VALENSI, 2(1). Tersedia pada: https://doi.org/10.15408/jkv.v2i1.232.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 yusriyani burhamin

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

