AKTIVITAS ANTIINFLAMASI TOPIKAL SEDIAAN FACEWASH EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) PADA MODEL EDEMA TERINDUKSI KARAGENAN PADA TIKUS

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.59060/yytsw030

Kata Kunci:

Carica papaya, Antiudema, Karagenan, Facewash, Inflamasi

Abstrak

Daun pepaya (Carica papaya L.) telah lama dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional karena kandungan senyawa bioaktifnya yang berpotensi sebagai antiinflamasi. Udema merupakan salah satu bentuk respon inflamasi yang ditandai dengan akumulasi cairan pada jaringan interstisial akibat peningkatan permeabilitas vaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek antiudema sediaan Facewashyang mengandung ekstrak daun pepaya pada kulit punggung tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan acak lengkap. Udema diinduksi menggunakan suspensi karagenan 3% secara subkutan pada kulit punggung tikus. Pengukuran ketebalan lipatan kulit dilakukan menggunakan jangka sorong sebelum perlakuan (T₀) dan setelah induksi pada interval waktu tertentu. Tikus dibagi menjadi beberapa kelompok perlakuan yang diberikan sediaan Facewashekstrak daun pepaya dengan konsentrasi5%, 10%, dan 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan Facewashekstrak daun pepaya memiliki aktivitas antiudema dengan penurunan ketebalan lipatan kulit dibandingkan kontrol. Konsentrasi 10% menunjukkan efek penurunan udema tertinggi sebesar 9%, diikuti konsentrasi 20% sebesar 5%, dan konsentrasi 5% sebesar 3%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sediaan Facewashekstrak daun pepaya berpotensi sebagai agen antiinflamasi topikal, dengan konsentrasi optimum pada 10%.

Referensi

Adnan, J. (2017). Formulasi Tablet Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya (L.)). Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar, 1(2).

Anggitasari, W., Pebriarti, I. W., & Rindiantika, B. K. (2023). Uji aktivitas antiinflamasi salep ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum). Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 9(2), 596–603.

Dzulasfi, d., & ramadani, a. (2020). Uji efek antiudema sediaan salep ekstrak daun belimbing wuluh (averrhoa bilimbi l.) Secara topikal pada kulit punggung mencit (mus musculus). Jurnal kesehatan yamasi makassar, 4(2), 17–25.

Hasanah, I. I. (2023). Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Pada Tikus Putih Dengan Induksi Karagenan.

Kholifah, N. (2022). Efektivitas Dan Formulasi Sediaan Facialwash Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L) Terhadap Variasi Gelling Agent Secara In Vivo.

Khotimah, S. N., & Muhtadi, A. (2016). Beberapa tumbuhan yang mengandung senyawa aktif antiinflamasi. Farmaka, 14(2), 28–40.

Maulana, m. Z. I., alam, g., & side, s. (2023). Uji efektivitas sediaan krim ekstrak etanol daun miana (coleus scutellarioides l.) Terhadap bakteri propionibacterium acnes. Jurnal kesehatan yamasi makassar, 7(2), 85–90.

Putri, C. A., Ramadani, A. P., & Maulida, F. R. (2019). Efek Gastroprotektif Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) Pada Tikus Jantan yang Diinduksi Aspirin. Eksakta: Journal of Sciences and Data Analysis, 98–104.

Susanti, F. A. (2022). Uji Efektivitas Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Antiinflamasi Pada Edema Kaki Tikus yang Diinduksi Karagenan.

Syafitri, A., Sianipar, M. P., & Fantika, A. (2024). Formulasi dan uji efektivitas sediaan ekstrak etanol kulit pepaya (Carica papaya L) sebagai brightening gel serum. Jurnal Penelitian Farmasi Dan Herbal, 7(1), 42–51.

Diterbitkan

13-07-2026